Gratis, tanpa daftar

Cek lowongan palsu

Dapat loker dari broadcast WhatsApp atau Instagram dan merasa ada yang janggal? Tempel teksnya, langsung ketahuan bagian mana yang perlu kamu curigai.

Minimal 40 karakter.

Teks yang kamu tempel tidak disimpan. Hasilnya bantuan, bukan putusan - keputusan akhir tetap di kamu.

Modus yang paling sering dipakai

Kenali polanya, jangan cuma percaya hasil analisis - termasuk hasil dari halaman ini.

Diminta bayar

Biaya pendaftaran, training, seragam, atau "uang jaminan". Perusahaan asli tidak pernah menagih pelamar.

Data sensitif di awal

Minta foto KTP, nomor rekening, atau kode OTP sebelum ada tawaran resmi.

Kontak pribadi

Hanya WhatsApp atau Telegram pribadi, tanpa email berdomain perusahaan.

Gaji tidak masuk akal

Angka besar untuk posisi tanpa pengalaman, atau "penghasilan tak terbatas".

Skema rekrut-merekrut

Penghasilan datang dari mengajak orang lain, bukan dari pekerjaannya.

Tekanan waktu

"Kuota tinggal 2", "harus hari ini" - dipakai supaya kamu tidak sempat mengecek.

Verifikasi sendiri sebelum datang

  • Cari nama PT-nya di ahu.go.id atau oss.go.id - perusahaan asli terdaftar.
  • Cocokkan alamat kantornya di peta. Lihat apakah bangunannya masuk akal untuk perusahaan sebesar itu.
  • Cari nama perusahaan + kata "penipuan" di mesin pencari sebelum datang wawancara.

Lagi aktif melamar?

Buat akun gratis untuk mengecek lebih sering, mencatat tiap lamaran beserta pengingat kapan harus menanyakan kabarnya, dan menyiapkan CV serta web resume dari satu profil yang sama.

Buat akun gratis

Pertanyaan seputar lowongan palsu

Apa ciri lowongan kerja palsu?

Yang paling sering: pelamar diminta membayar apa pun (biaya pendaftaran, training, seragam, atau uang jaminan), diminta foto KTP dan nomor rekening sebelum ada tawaran resmi, kontaknya hanya WhatsApp atau Telegram pribadi tanpa email berdomain perusahaan, gaji yang dijanjikan tidak masuk akal untuk kualifikasi yang diminta, penghasilannya datang dari mengajak orang lain, dan ada tekanan waktu supaya kamu tidak sempat mengecek.

Apakah perusahaan boleh meminta biaya ke pelamar?

Tidak. Undang-Undang Ketenagakerjaan melarang pungutan biaya penempatan kepada pekerja. Perusahaan yang benar menanggung sendiri biaya rekrutmennya, termasuk tes, seragam, dan pelatihan. Permintaan bayar dalam bentuk apa pun adalah alasan yang cukup untuk mundur.

Bagaimana cara memastikan perusahaannya asli?

Cari nama badan hukumnya di ahu.go.id atau oss.go.id, cocokkan alamat kantornya di peta, dan periksa apakah lowongan yang sama diumumkan di situs resmi atau LinkedIn perusahaan tersebut. Kalau semua jejaknya hanya ada di satu pesan broadcast, itu sendiri sudah tanda bahaya.

Saya sudah terlanjur mengirim KTP, apa yang harus dilakukan?

Jangan mengirim apa pun lagi, terutama kode OTP dan data rekening. Laporkan ke kanal resmi seperti lapor.go.id dan ke bank kamu bila data rekening ikut terkirim. Data KTP yang sudah beredar tidak bisa ditarik, tapi kamu bisa mencegah penyalahgunaannya dengan tidak pernah memberikan OTP kepada siapa pun.

Apakah hasil pengecekan ini pasti benar?

Tidak, dan itu penting disebut. Alat ini menilai teks yang kamu tempel apa adanya - ia tidak tahu reputasi asli perusahaannya, jadi hasilnya bantuan untuk berpikir, bukan putusan. Lowongan yang dinilai aman tetap perlu kamu verifikasi sendiri sebelum datang wawancara.