Yang ditulis kalau belum pernah kerja kantoran
Perekrut tidak sedang mencari daftar jabatan. Yang dicari adalah bukti bahwa kamu pernah menyelesaikan sesuatu sampai tuntas, bekerja dengan orang lain, dan bisa dilatih. Semua itu bisa datang dari luar dunia kerja formal.
Sumber isi yang sah untuk CV fresh graduate: magang atau kerja praktik, skripsi atau tugas akhir, proyek mata kuliah yang hasilnya nyata, kepanitiaan dan organisasi kampus, kerja paruh waktu, freelance, volunteering, serta sertifikasi atau kursus yang relevan dengan posisi yang dilamar.
Tulis setiap butir dengan pola yang sama: apa yang kamu kerjakan, bagaimana kamu mengerjakannya, dan hasilnya apa. Kalimat seperti "anggota divisi acara" tidak memberi informasi. Kalimat "mengatur rundown dan koordinasi 12 pengisi acara untuk seminar 300 peserta" memberi gambaran skala, peran, dan tanggung jawab dalam satu baris.
Urutan section yang masuk akal
Urutan CV bukan formalitas. Section paling atas adalah yang paling ingin kamu tunjukkan, karena perekrut memindai dari atas dan sering berhenti sebelum halaman habis.
Untuk fresh graduate, urutan yang paling sering berhasil adalah: identitas dan kontak, ringkasan singkat 2 sampai 3 baris, pendidikan (masih relevan dan wajar diletakkan tinggi), pengalaman (magang, organisasi, proyek, freelance digabung dalam satu section pengalaman), keterampilan, lalu sertifikasi atau penghargaan.
Kalau kamu punya magang yang benar-benar relevan dengan posisi yang dilamar, naikkan pengalaman di atas pendidikan. Aturannya sederhana: yang paling meyakinkan untuk lowongan ini diletakkan lebih dulu.
- Satu halaman sudah cukup. Dua halaman untuk fresh graduate biasanya berarti ada isi yang tidak perlu.
- Cantumkan IPK hanya kalau angkanya membantu. Kalau tidak, ruang itu lebih berguna untuk proyek.
- Nama berkas yang dikirim ikut dibaca manusia. Gunakan pola CV_Nama_Posisi daripada dokumen-final-fix-2.
Kesalahan yang paling sering muncul
Pertama, ringkasan yang berisi sifat tanpa bukti. "Pekerja keras, jujur, cepat belajar" tidak membedakan kamu dari pelamar lain karena semua orang menulisnya. Ganti dengan satu kalimat konkret: latar pendidikan, bidang yang dituju, dan satu hal yang sudah pernah kamu kerjakan.
Kedua, satu CV dikirim ke semua lowongan. Tidak perlu menulis ulang dari nol, tapi ringkasan dan urutan keterampilan sebaiknya menyesuaikan istilah yang dipakai di iklan lowongan.
Ketiga, data pribadi berlebihan. Nomor KTP, status pernikahan, tinggi badan, dan agama tidak dibutuhkan untuk menilai kemampuanmu, dan ruangnya lebih berguna untuk isi yang menjual.
Keempat, desain yang menutupi isi. Kolom aneh, ikon di mana-mana, dan foto besar membuat halaman terasa penuh padahal informasinya sedikit. Template di bawah ini sudah mengatur hierarki itu, jadi kamu tinggal mengisi.